Benda pengingat waktu masih berputar menuju angka-angka di bawah kaca bulat itu.
Seperti zaman-zaman yang lain, batang besi kecil ini tak mengeluarkan banyak peluh, meskipun berjuta-juta kubik waktu sudah dititinya lingkaran. Ada yang berpusing lambat. Ada juga yang memutar cepat. Antara satu besi dengan jarum yang lain tak saling menyapa. Bersentuhan juga tidak. Bukan tak mau sekedar berbasi basa. Atau menyentuh membangkitkan keinginan agar beriringan. Tapi diantara mereka memiliki tugas dan tanggungjawab yang berbeda. Walaupun tujuannya tetap sama. Sama-sama menyeret besi yang lebih besar untuk bergerak menuju angka-angka waktu.
Entah sampai kapan perputaran itu tiba dipusaranya. Disaat detik menghamili menit yang genit. Disitulah menit yang sudah bunting melahirkan jam-jam. Hari, bulan, tahun, abad-abad adalah penistaan angka terhadap waktu. Kenistaan ini tak mampu diterjemahkan oleh zaman.Tak terhingga jumlahnya. Seluruh angka-angka yang ada tak mampu memberi pembatas. Kelahiran-kelahiran waktu tetap seperti itu. Keabadian angka adalah kekelan waktu.
Seperti zaman-zaman yang lain, batang besi kecil ini tak mengeluarkan banyak peluh, meskipun berjuta-juta kubik waktu sudah dititinya lingkaran. Ada yang berpusing lambat. Ada juga yang memutar cepat. Antara satu besi dengan jarum yang lain tak saling menyapa. Bersentuhan juga tidak. Bukan tak mau sekedar berbasi basa. Atau menyentuh membangkitkan keinginan agar beriringan. Tapi diantara mereka memiliki tugas dan tanggungjawab yang berbeda. Walaupun tujuannya tetap sama. Sama-sama menyeret besi yang lebih besar untuk bergerak menuju angka-angka waktu.
Entah sampai kapan perputaran itu tiba dipusaranya. Disaat detik menghamili menit yang genit. Disitulah menit yang sudah bunting melahirkan jam-jam. Hari, bulan, tahun, abad-abad adalah penistaan angka terhadap waktu. Kenistaan ini tak mampu diterjemahkan oleh zaman.Tak terhingga jumlahnya. Seluruh angka-angka yang ada tak mampu memberi pembatas. Kelahiran-kelahiran waktu tetap seperti itu. Keabadian angka adalah kekelan waktu.
No comments:
Post a Comment