Saturday, February 5, 2011

Diponegoro vs A Yani

Pemilihan langsung Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Pekanbaru 2011, aroma dan nuansanya sudah terasa harum beberapa bulan belakangan. Ritual klise budaya politik praktis di Indonesia, dengan menyebar spanduk, baliho, memberikan bantuan, bakti so sial, mejeng di media masa setiap hari pasti dijumpai masyarakat kota.    Pemilukada kota Pekanbaru adalah satu dari enam agenda hajat pesta demokrasi di Provinsi Riau tahun 2011. Namun karena Pekan baru sebagai Ibu Kota Provinsi, tentu derajat dan intensitas pertarungan politiknya lebih menarik untuk disimak.     Bagi partai politik, kemenangan di Kota Pekanbaru menjadi barometer kesuksesan Pemilukada di Bumi Lancang Kuning. Pertarun gan Pemilukada Kota Pekanbaru semakin menarik karena adanya dua kekuatan politik yang akan bersaing yaitu antara Istri Gubernur Riau dan istri wali kota Pekanbaru. Sedangkan kelompok lainnya akan sangat bergantung dengan Septina dan Evi Meiroza.    Kelompok pertama adalah calon wali kota atau wakil wali kota Hj Septina Primawati Rusli. Sebagai istri dari Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP, oleh beberapa kalangan Septina memiliki peluang besar untuk menang.    Menurut penulis ada beberapa kekuatan yang dimiliki Septina untuk memenangi pertarungan ini. Pertama, Septina diuntungkan dengan pengaruh HM Rusli Zainal SE MP sebagai gubernur. Aktivitas dan kekuasaan gubernur 80 persen berada di kota Pekanbaru. Seba gai orang nomor satu di Provinsi, Gubernur bisa mempengaruhi kalangan birokrasi. Minimal ditingkat birokrasi Pemerintah Pro vinsi Riau. Gubernur juga memiliki pengaruh besar dalam penentuan kebijakan penganggaran dalam APBD Riau. Sebagai salah seorang pengurus DPP Partai Golkar, Rusli Zainal juga memiliki pengaruh besar dari aspek politis.  Kedua; Septina diuntungkan dengan banyaknya organisasi kewani taan yang berada di bawah kendalinya. Mulai dari BKOW, PKK, Pramuka, Majelis Taklim, dan lainnya. Ketiga; secara finansial, Septina memiliki kemampuan untuk terus menerus melakukan kegiatan sosial di tengah masyarakat, bersosialisasi yang lebih intens, dan memanfaatkan media masa yang ada di Riau. Keempat; secara personal Septina memiliki kapasitas, karena yang bersangkutan merupakan tenaga pengajar disalah satu Universitas yang ada di Pekanbaru. Kelima; Septina sudah dikenal masyarakat dan keenam; Septina akan didukung oleh masyarakat Inhil dan Rohul yang berada di Kota Pekanbaru.    Meskipun memiliki keunggulan, Septina juga memiliki beberapa kelemahan. Pertama; resistensi sebagai istri gubernur (memperta hankan rezim) ditengah-tengah masyarakat harus diakui akan menja disalah satu pertimbangan dari masyarakat pemilih. Kedua; belum memiliki partai pendukung. Meskipun sang suami adalah pengurus DPP Partai Golkar. Ketiga; tidak memiliki sejarah keberhasilan dalam membangun kota Pekanbaru. Keempat; secara personal Septina tidak memiliki kedekatan dengan pemilih akar rumput. Sebab seba   ð 7   3                      Šgai istri gubernur, Septina selama ini fokus kegiatan mendamping suami diseluruh wilayah Riau.   Kelompok kedua yaitu Evi Meiroza Herman. Sebagai istri yang mendampingi Drs Herman Abdullah MM memimpin kota Pekanbaru selama dua periode, Evi memiliki beberapa kekuatan dan kelemahan.    Kekuatan Evi Meiroza menurut penulis terletak ditangan Herman Abdullah. Harus diakui dua periode memimpin kota Pekanbaru Herman Abdullah telah mampu membawa perubahan dan perkembangan pembangu nan yang dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.    Kedua; Evi diuntungkan secara birokrasi. Ketiga; memiliki jaringan organisasi kewanitaan. Keempat; memiliki kedekatan secara pribadi dengan masyarakat kota Pekanbaru. Kelima; prestasi yang diraih oleh Herman Abdullah secara langsung berhubungan dengan masyarakat pemilih kota Pekanbaru. Keenam; dari sisi budaya, Evi akan didukung oleh masyarakat Sumatera Barat dan Kampar yang ada di Kota Pekanbaru. Ketujuh; memiliki kemampuan dari sisi finansial. Dan terakhir, kemungkinan besar Evi juga akan disokong oleh tokoh dan juga mantan Gubernur Riau H Saleh Djasit, yang harus diakui masih memiliki pengaruh besar di Riau dan kota Pekanbaru.    Sama halnya dengan Septina, Evi juga memiliki kelemahan-kele mahan. Diantaranya, satu; resistensi sebagai istri wali kota (mempertahankan rezim) ditengah-tengah masyarakat yang harus diakui akan menjadi salah satu pertimbangan dari masyarakat pemilih untuk menentukan pilihan. Kedua, secara personal Evi Meiroza belum memiliki pengalaman untuk memimpin jabatan politis. Ketiga; tidak memiliki partai politik. Keempat; kalau Evi meme nangi pertarungan Pemilukada ini, kecenderunganya akan lebih dominan pengaruh Herman Abdullah.   Kelompok ketiga adalah Erizal Muluk, Firdaus MT, Isjoni, Edi Satria, Ayat Cahyadi, Nasrun Efendi, Ide Bibra, Desmianto, dan calon-calon lainnya. Menurut penulis kelompok ketiga inilah yang sangat menentukan siapakah yang akan memenangi pertarungan antara kelompok pertama dengan kelompok kedua.    Dari ketiga kelompok ini, penulis mencoba memberikan penelaah secara logika politik sesuai dengan afiliasi masing-masing calon. Hj Septina Primawati Rusli kecenderungannya tidak akan berpasan gan dengan Evi Meiroza, Erizal Muluk, Firdaus MT, dan Nasrun Efendi. Pertanyaanya mengapa? karena secara geo politik calon-calon ini kecenderungannya masuk dalam lingkup kelompok Herman Abdullah cs.    Namun untuk Isjoni, Edi Satria, Ayat Cahyadi, Ide Bibra dan Rusli Efendi memiliki peluang untuk berpasangan dengan Hj Septina Primawati Rusli. Sebab mereka adalah calon-calon netral yang tidak berafiliasi dengan salah satu kelompok Diponegoro (Guber nur) dan kelompok Ahmad Yani (Wali Kota).   Sedangkan Evi Meiroza juga kecenderungannya tidak akan berpa sangan dengan Hj Septina, Nasrun Efendi, Ide Bibra, dan Edi Satria. Sementara Isjoni, Firdaus MT, Ayat Cahyadi, Rusli Efendi, dan Erizal Muluk besar kemungkinan salah satunya akan menjadi pasangan Evi Meiroza.   Dalam konteks pasangan calon, kelompok Diponegoro telah menas bihkan diri menjadi calon wali kota. Ini artinya Hj Septina tinggal mencari calon untuk posisi wakil wali kota, sehingga kecil peluang kelompok ketiga untuk bisa maju sebagai calon wali kota.    Sedangkan kelompok Ahmad Yani lebih bersikap realistis dan fleksibel, namun kecenderunganya Evi Meiroza akan diposisikan sebagai calon wakil wali kota. Dan peluang kelompok ketiga untuk menjadi calon wali kota berpasangan dengan Evi Meiroza cukup besar.     Jika kelompok Ahmad Yani dan Kelompok Diponegoro telah mene tapkan pasangan calonnya, siapakah yang akan memenangi Pilkada Kota Pekanbaru? Untuk menjawabnya akan dilihat dari berapa jumlah pasangan calon yang akan maju.         Dari head to head antara Septina dan Evi Meiroza terdapat kekuatan dan kelemahan yang hampir sama. Bahkan kecenderungan pemilih dari kaum hawa akan terpecah. Disinilah peran pasangan calon yang tepat untuk menjadi daya tarik tersendiri bagi suara pemilih perempuan sebagai penyeimbang masing-masing kekuatan.    Namun dari seluruh kekuatan dan kelemahan pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota, yang paling sangat menentukan pengaruh dari aspek politis adalah antara Drs H Herman Abdullah MM dan HM Rusli Zainal SE MP.    Dengan kenyataan ini, tentu dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa pertarungan Pemilukada Kota Pekanbaru adalah pertarungan antara Wali Kota Herman Abdullah dan Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP. Apalagi untuk kalangan tertentu, rivalitas antara orang nomor satu di Riau dengan Wali Kota Pekanbaru sering tersu lut, terutama pasca Musda DPD I Partai Golkar Riau di Tembilahan beberapa waktu lalu.     Terakhir sebagai masyarakat kota Pekanbaru kita tentu berhar ap bahwa pemimpin kota Bertuah lima tahun ke depan mampu menjadi pemimpin yang amanah. Pemimpin yang bisa menjadi panutan, taula dan, dan bisa diandalkan untuk membawa masyarakat kota Pekanbaru semakin sejahtera. Bukan pemimpin yang memiliki tujuan untuk berkuasa, saling kalah mengalahkan, apalagi untuk mempertahankan rezim kekuasaan.*** 

No comments:

Post a Comment

Pesona Maya

Ku tipu wajah dg aplikasi 360 Ku bohongi tuhan dg status ku Ku singkap aib di balik unggahan  Ku semai kesombongan, untuk memetik ...