Sunday, February 6, 2011

12afg

Surat ini aku buat ketika aku tak lagi mampu membaca.
Kata-kata yang terangkai sedikitpun tak bisa membentuk makna-makna.
Segala tak terarah. Antara angka dan huruf-huruf menyatu membentuk sesuatu yang tak berujung.
Kepada siapa aku harus meminta tunjuk ajar. Jika setiap bulir-bulir pengajaran membunuh satu per satu kata-kata ku.
Menanti. Menantu..Menanti..Aku terpaku.

No comments:

Post a Comment

Pesona Maya

Ku tipu wajah dg aplikasi 360 Ku bohongi tuhan dg status ku Ku singkap aib di balik unggahan  Ku semai kesombongan, untuk memetik ...