Friday, September 18, 2015

nak

Nak....
Tahu kah engkau, tiada keabadian dalam perjalanan nafas ini. Keabadian itu mengikuti zamanya. Ada masa engkau menjadi teristimewa. Ada juga ruang engkau untuk dihina.

Nak....
Sama seperti engkau, Ayah juga terlahir dari sebuah kesucian. Cinta yang menggebu. Sayang yang menjulang. Karena zaman jugalah yang menodai kesucian itu dari waktu ke waktu. Tiada kuasa kita untuk tunak menjadi suci.

Nak....
Coba engkau ambil segelas air. Tuangkan ke tanah yang engkau pijak. Maka air itu sebagian akan meresap dan beberapa akan mengalir mengikuti rendahnya bumi. Lalu pada akhirnya air itu bersatu kembali. Mengerti kah engkau? Bahwa sesungguhnya jarak antara kita hanya sebatas tanah. Tidak bisa kita menduga.


Nak....
Ayah akui. tak banyak doa dilantun mengiring kehidupan engkau. Antara sujud dan rukuk yang terhitung. Ayat-ayat sama yang tak lama. 



Pesona Maya

Ku tipu wajah dg aplikasi 360 Ku bohongi tuhan dg status ku Ku singkap aib di balik unggahan  Ku semai kesombongan, untuk memetik ...