Tak akan menjadi hidup suatu mahluk jika peradabannya statis, tak bermisteri dan bertanda tanya. Kepastian selalu dianologikan milih pencipta. Sebagai mahluk yang diciptakan, manusia tak kuasa melawan kehendak itu. Bahwa ada ruang-ruang kosong dalam perspektif ketuhanan yang malas diperdebatkan atau diperbincangkan untuk mencari jalan menuju kepastian bukan hanya milik sang pencipta. Tragedi tentang upaya untuk mencari jalan itu selalu terbentur dari stigma dan tameng yang diajarkan oleh agama-agama, bahwa ketidakmampuan dalam menyerjemahkan kepastian itu adalah sebuah dosa, kekurangan manusia yg dipaksa untuk dicipta.
hilang fokus.... bersambung





