Wednesday, September 11, 2013

oohhh...bodohnya aku



Air mata ini tidak menyadarkan, betapa beningnya telah merusak keruh kepedihan hidup. Diantara keinginan untuk menjadi baik, tenggelam di tinggi hati. Aku adalah duka yang telah terbungkus kebaikkan. Jutaan waktu telah menawan untuk selamanya menjadi duka.

Duka yang tak bisa dilihat dengan mata penghianatan. Tentang kebangkitan apalagi jalan pulang untuk menjadi suka. Kesesatan ini sudah membatu karang. Kebohongan itu menjadi debu yang melayang tak tinggi. Tuhan yang menjadi tumpuan, tak juga memberikan keagungnya untuk menuntunku ke jalan ketidaksesatan.

Malaikat cuma bercengkrama. Menulis bait-bait dosa di sela-sela pahala yang mengurus, dekil, dan bisu. Sedikitpun senyum, walau hanya simpul tak menyeruak diwajahnya. Dia hanya diam, bisu, sunyi, tak bercahaya, mencatat semua kealpaan yang tak disengaja. Iblis duduk indah menghitung keuntungan atas kedukaan ini. Tersenyum sungging, memahat setiap butir dosa-dosa yang katanya dicipta untuk kita. 

Entah dimana kemampuan ku untuk menterjemahkan kemudahan. Setiap nyala keinginan untuk memadamkan duka, maka kobaran sulit, menderu untuk tidak padam. Terus menjilat dan menjelagai hati menjadi hitam legam. Aku adalah duka yang terawang-awang. Tidak ada kebaikan. Aku terlanjur menjadi bodoh. Tidak kuasa menahan apalagi membeda antara duka dan kebaikkan. Aku terperangkap dalam ketidaktahuan yang menahun, memenjarakan kebaikan dan logika-logika. Kebodohan ini jugalah yang membunuhku. Sampai akhirnya aku sadar...kebodohan ini juga tidak memberikan arti apa-apa..tentang dunia apalagi akhirat yang tak nyata. 

Pesona Maya

Ku tipu wajah dg aplikasi 360 Ku bohongi tuhan dg status ku Ku singkap aib di balik unggahan  Ku semai kesombongan, untuk memetik ...